bj

bj
bj

Sabtu, 02 Mei 2015

YANG HARUS DIKETAHUI SEORANG CALON ISTRI DALAM PERNIKAHAN

Pada masa 1960an, The Supremes membuat sebuah lagu dengan judul “Stop! In the Name of Love!” 
Dan di dalamnya terdapat lirik “Before you break my heart … think it o-o-ver …”
Meskipun sudah menikah lama. Ini masih menjadi hal penting untuk saya mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan sang suami. Saya harus memikirkan tentang efek dari apa yang saya katakana, yang saya lakukan sebelum saya menyakiti hatinya, bisakah anda mengenalinya?
Saya bertanya pada beberapa teman, “apa yang harus dihindari oleh sang istri jika ia ingin memperbaiki pernikahannya?” dan berikut ini adalah respon mereka :

1. berhentilah berpikir bahwacara anda adalah cara yang “terbaik”. Jika suami melakukan hal yang berbeda, itu tidak selalu salah bukan? Ketika sang istri mendesak untuk menggunakan caranya, ia pasti akan beresensi bawha “semua harus berada dalam kontrolnya”

2. jangan menitipkan sesuatu pada orang lain sebelum pada suami. Tuhan merancang pertemuan didalam pernikahan jadi sang suami dan istri dapat bertemu satu sama lain agar dapat lebih dekat sebagai sepasang suami dan istri.
Jadi bagaimana jika menitipkannya pada ibu, teman atau bahkan anak sebelum pasangan anda? Sebenarnya, anda mengambil langkah (seringnya secara tidak sengaja) yang menjadikan pernikahan anda terisolasi. Jika anda memilih, contohnya, menghabiskan waktu sore anda dengan berbelanja besama ibu anda ketika sang suami meminta anda untuk menonton pertandingan sepak bola bersamanya, anda bisa meninggalkan hobi anda dan menjadikannya prioritas kedua setelah sang suami.

3.jangan berharap suami anda menja teman anda. Kebanyakan pria dan wanita tidak hanya melihat perbedaan secara fisik, tetapi memiliki cara yang unik dalam proses hidup. Salah satu contohnya adalah kebutuhan dalam berkomunikasi. Saya tidak tahu bagaimana anda, tapi terkadang saya merasa bersalah ketika mengajak suami saya berbicara tentang sesuatu yang tidak benar-benar ia pedulikan. Sekarang jika ia seorang teman, segala pembicaraan hal kecil adalah penting.

4. jangan memalukan suami anda. Sugesti ini termasuk : hentikan semua rengekan dan jangan memarahinya didepan orang lain. Jika suam anda telah selesai berbicara, anda dapat saja berkomunikasi secara tidak sengaja, “saya benar-benar tidak peduli akan apa yang kamu katakana”

5. Berhenti menyalahkan suamianda seperti ayah anda menyalahi ibu anda. “saya menghabiskan bertahun-tahun untuk menunggu suami saya menyerah dan menyerah pada saya, seperti yang ayah saya lakukan beberapa tahun sebelumnya” kata seorang teman. Ketidaktahuannya tentang pernikahan membuatnya tidak dapat menikmatinya.

6.Jangan biarkan suami anda bertahan terlalu lama. Contohnya, jika anda sedang menyetir sekitar kota untuk mencari restoran dan ternyata suami anda tersesat, apakah anda akan mengatakan padanya bahwa ia telah melewati jalan yang sama sebalak 5 kali? Istri yang baik akan dia pada situasi seperti ini. Sekarang sebelum ia memberikan komentar, ia akan memikirkan kata apa yang akan di ucapkannya dan bertanya pada diri sendri. “ apakah ucapanku dibutuhkan? Akan kah hal itu berguna?”

7. jangan pernah menggunakan sex untuk tawar menawar dengan suamianda. Beberapa wanita secara sengaja maupun tidak pernah mengatakan hal ini kepada suaminya “ketika aku mendapakan apa yang aku inginkan, barulah kita bisa berhubungan” bagaimapun beberapa sumber mengingatkan suami dan istri bahwa badan mereka bukanlah milik mereka. “janganlah menghilangkan satu sama lain…”.

8. berhentilah mengingatkan suami anda tentang sesuatu berulang kali. Jangan membuatnya merasa bersalah atau memarahinya terus menerus tentang hal yang sepele. Salah satu teman mengatakan bahwa ketika kita sering mengingatkan suami kita tentang diet, berat badan, pengobatan, mengambil kembali pakaian dari laundry dan lain-lain, kita sebenarnya bertingkah seperti ibunya dari pada istrinya.

9. Hormatilah suami anda. Banyak wanita berpikir, “aku akan menghormatinya ketika telah mendapatkannya” tetapi sebuah buku mengatakan suatu alasan “mari kita lihat bagaimana para istri menghormati suaminya.” Seperti yang teman saya katakan “jika wanita bisa memahami bahwa hormat pada suami adalah mendengarkan sesuatu yang dikatakan suami hal tersebut dapat menyembuhkan luka hatinya, dan melayaninya seperti tidak ada yang lain selain dia akan membuat anda menjadi satu-satunya bagi suami anda.”

10. Berhentilah memberikan penjelasan yang panjang lebar kepadasuami anda.salah satu kolega memperingati untuk tidak memberikan informasi yang terlalu banyak. Anda mungkin secara tidak sengaja membuat suami anda merasa seperti telah gagal, berpikir bahwa pembicaraan anda yang panjang lebar itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Oh mungkin suami anda telah salah berasumsi bahwa kamu mengingnkannya melakukan sesuatu secara tiba-tiba.

11. Berhentilah benrtindak seolah anda pembaca pikiran. Kita harus memperjelas hal ini. Seorang ibu yang sibuk mengatakan bahwa ia merasa kewalahan dengan tugas rumah tangganya, ia berharap suaminya mau membantu. Sekara ia menyadari bahwa satu-satunya cara agar sang suami dapat mengetahui apa yang ia butuhkan adalah dengan mengatakannya. “paling sering” ia berkata, “ketika aku mengatakan, ‘sayang, maukah kamu mengurusi anak-anak malam ini ketika aku membersihkan dapur,’ dengan senang hati ia akan membantu.” Ia menemukan bahwa mengatakannya pada suami dapat menyelesaikan masalahnya. “untuk menghindari amarah, maka jadilah tim yang solid dalam rumah tangga.

12. Berhenti mendahulukan pekerjaan dibanding suami anda. Seorang ibu muda berkata pada suaminya bahwa ia tidak mau berhubungan malam ini karena ia baru saja mengganti seprai dan ia ingin itu tetap bersih. Bagaimana menurut anda? Wanita lain berkata “jangan membentangkan pakaian di atas kasur”

13. Berhenti menjadi pemimpin karena anda berpikir ia tidak dapatmemimpin. “tahun-tahun pertama dalam sebuah pernikahan,” seorang istri berkata, “saya dapat melihat apa saja yang dibutuhkan dan menjadi frustasi ketika suami saya tidak tauh apa”. Ia mengatakan hal tersebut setelah ia menunggu bagaimana kepemimpinan suaminya. “aku sangat percaya” ia berkata “bahwa para lelaki tidak memimpin karena para wanita terlalu cepat mengambil keputusan dan mengurusi segala hal.”

14. Jangan membayangkan suami anda menjadi Pangeran tampan. Memang, suami yang sempurna hanya ada di cerita atau dongeng semata, dan pernikahan anda adalah hal real. Seorang wanita muda mengatakan daripada berfokus pada kekurangan suaminya, ia lebih memilih mempelajari hal luar biasa yang dimiliki suaminya. Lalu bagaimana hasilnya? Ia telah berbesar hati melakukan banyak hal dengan laki laki idamannya (suaminya).


15. Jangan pernah melihat buku, perencanaan atau orang terlebihdahulu dalam menyeselaikan masalah pernikahan anda. Cobalah untuk membicarakannya dengan suami dahulu sebelum anda meminta pendapat orang lain, ini akan menjadikan masalah cepat terselesaikan.



Semoga Bermanfaat
www.BJCatering.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar