Pada masa 1960an, The Supremes
membuat sebuah lagu dengan judul “Stop! In the Name of Love!”
Dan di dalamnya terdapat lirik “Before you break my heart … think it o-o-ver …”
Meskipun sudah menikah lama. Ini
masih menjadi hal penting untuk saya mempertimbangkan apa yang menjadi
kebutuhan sang suami. Saya harus memikirkan tentang efek dari apa yang saya
katakana, yang saya lakukan sebelum saya menyakiti hatinya, bisakah anda
mengenalinya?
Saya bertanya pada beberapa
teman, “apa yang harus dihindari oleh sang istri jika ia ingin memperbaiki
pernikahannya?” dan berikut ini adalah respon mereka :
1. berhentilah berpikir bahwacara anda adalah cara yang “terbaik”. Jika suami melakukan hal yang
berbeda, itu tidak selalu salah bukan? Ketika sang istri mendesak untuk
menggunakan caranya, ia pasti akan beresensi bawha “semua harus berada dalam
kontrolnya”
2. jangan menitipkan sesuatu pada orang lain sebelum pada suami. Tuhan merancang pertemuan didalam pernikahan jadi sang suami dan
istri dapat bertemu satu sama lain agar dapat lebih dekat sebagai sepasang
suami dan istri.
Jadi bagaimana jika
menitipkannya pada ibu, teman atau bahkan anak sebelum pasangan anda?
Sebenarnya, anda mengambil langkah (seringnya secara tidak sengaja) yang
menjadikan pernikahan anda terisolasi. Jika anda memilih, contohnya,
menghabiskan waktu sore anda dengan berbelanja besama ibu anda ketika sang
suami meminta anda untuk menonton pertandingan sepak bola bersamanya, anda bisa
meninggalkan hobi anda dan menjadikannya prioritas kedua setelah sang suami.
3.jangan berharap suami anda menja teman anda. Kebanyakan pria dan wanita tidak hanya melihat perbedaan secara
fisik, tetapi memiliki cara yang unik dalam proses hidup. Salah satu contohnya
adalah kebutuhan dalam berkomunikasi. Saya tidak tahu bagaimana anda, tapi
terkadang saya merasa bersalah ketika mengajak suami saya berbicara tentang
sesuatu yang tidak benar-benar ia pedulikan. Sekarang jika ia seorang teman,
segala pembicaraan hal kecil adalah penting.
4. jangan memalukan suami anda. Sugesti
ini termasuk : hentikan semua rengekan dan jangan memarahinya didepan orang
lain. Jika suam anda telah selesai berbicara, anda dapat saja berkomunikasi
secara tidak sengaja, “saya benar-benar tidak peduli akan apa yang kamu
katakana”
5. Berhenti menyalahkan suamianda seperti ayah anda menyalahi ibu anda. “saya
menghabiskan bertahun-tahun untuk menunggu suami saya menyerah dan menyerah
pada saya, seperti yang ayah saya lakukan beberapa tahun sebelumnya” kata seorang
teman. Ketidaktahuannya tentang pernikahan membuatnya tidak dapat menikmatinya.
6.Jangan biarkan suami anda bertahan terlalu lama. Contohnya, jika anda sedang menyetir sekitar kota untuk mencari
restoran dan ternyata suami anda tersesat, apakah anda akan mengatakan padanya
bahwa ia telah melewati jalan yang sama sebalak 5 kali? Istri yang baik akan
dia pada situasi seperti ini. Sekarang sebelum ia memberikan komentar, ia akan
memikirkan kata apa yang akan di ucapkannya dan bertanya pada diri sendri. “
apakah ucapanku dibutuhkan? Akan kah hal itu berguna?”
7. jangan pernah menggunakan sex untuk tawar menawar dengan suamianda. Beberapa wanita secara sengaja maupun tidak
pernah mengatakan hal ini kepada suaminya “ketika aku mendapakan apa yang aku
inginkan, barulah kita bisa berhubungan” bagaimapun beberapa sumber
mengingatkan suami dan istri bahwa badan mereka bukanlah milik mereka.
“janganlah menghilangkan satu sama lain…”.
8. berhentilah mengingatkan suami anda tentang sesuatu berulang kali. Jangan membuatnya merasa bersalah atau memarahinya terus menerus
tentang hal yang sepele. Salah satu teman mengatakan bahwa ketika kita sering
mengingatkan suami kita tentang diet, berat badan, pengobatan, mengambil
kembali pakaian dari laundry dan lain-lain, kita sebenarnya bertingkah seperti
ibunya dari pada istrinya.
9. Hormatilah suami anda. Banyak wanita
berpikir, “aku akan menghormatinya ketika telah mendapatkannya” tetapi sebuah
buku mengatakan suatu alasan “mari kita lihat bagaimana para istri menghormati suaminya.”
Seperti yang teman saya katakan “jika wanita bisa memahami bahwa hormat pada
suami adalah mendengarkan sesuatu yang dikatakan suami hal tersebut dapat
menyembuhkan luka hatinya, dan melayaninya seperti tidak ada yang lain selain
dia akan membuat anda menjadi satu-satunya bagi suami anda.”
10. Berhentilah memberikan penjelasan yang panjang lebar kepadasuami anda.salah satu kolega memperingati untuk
tidak memberikan informasi yang terlalu banyak. Anda mungkin secara tidak
sengaja membuat suami anda merasa seperti telah gagal, berpikir bahwa
pembicaraan anda yang panjang lebar itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.
Oh mungkin suami anda telah salah berasumsi bahwa kamu mengingnkannya melakukan
sesuatu secara tiba-tiba.
11. Berhentilah benrtindak seolah anda pembaca pikiran. Kita harus memperjelas hal ini. Seorang ibu yang sibuk mengatakan
bahwa ia merasa kewalahan dengan tugas rumah tangganya, ia berharap suaminya
mau membantu. Sekara ia menyadari bahwa satu-satunya cara agar sang suami dapat
mengetahui apa yang ia butuhkan adalah dengan mengatakannya. “paling sering” ia
berkata, “ketika aku mengatakan, ‘sayang, maukah kamu mengurusi anak-anak malam
ini ketika aku membersihkan dapur,’ dengan senang hati ia akan membantu.” Ia
menemukan bahwa mengatakannya pada suami dapat menyelesaikan masalahnya. “untuk
menghindari amarah, maka jadilah tim yang solid dalam rumah tangga.
12. Berhenti mendahulukan pekerjaan dibanding suami anda. Seorang ibu muda berkata pada suaminya bahwa ia tidak mau
berhubungan malam ini karena ia baru saja mengganti seprai dan ia ingin itu
tetap bersih. Bagaimana menurut anda? Wanita lain berkata “jangan membentangkan
pakaian di atas kasur”
13. Berhenti menjadi pemimpin karena anda berpikir ia tidak dapatmemimpin. “tahun-tahun pertama dalam sebuah
pernikahan,” seorang istri berkata, “saya dapat melihat apa saja yang
dibutuhkan dan menjadi frustasi ketika suami saya tidak tauh apa”. Ia
mengatakan hal tersebut setelah ia menunggu bagaimana kepemimpinan suaminya.
“aku sangat percaya” ia berkata “bahwa para lelaki tidak memimpin karena para
wanita terlalu cepat mengambil keputusan dan mengurusi segala hal.”
14. Jangan membayangkan suami anda menjadi Pangeran tampan. Memang, suami yang sempurna hanya ada di cerita atau dongeng
semata, dan pernikahan anda adalah hal real. Seorang wanita muda mengatakan
daripada berfokus pada kekurangan suaminya, ia lebih memilih mempelajari hal
luar biasa yang dimiliki suaminya. Lalu bagaimana hasilnya? Ia telah berbesar
hati melakukan banyak hal dengan laki laki idamannya (suaminya).
15. Jangan pernah melihat buku, perencanaan atau orang terlebihdahulu dalam menyeselaikan masalah pernikahan anda.
Cobalah untuk membicarakannya dengan suami dahulu sebelum anda meminta pendapat
orang lain, ini akan menjadikan masalah cepat terselesaikan.
Semoga Bermanfaat
www.BJCatering.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar